Rabu, 22 Februari 2012

3 Posisi Seks Wajib Anda Coba

RASA jenuh mulai menyerang ranjang Anda? Cobalah tiga posisi seks baru berikut ini. Bukan hanya jenuh yang sirna, kenikmatan pun di depan mata.

Banyak pasangan memerlakukan seks sekadar agenda rutin semata, sehingga aplikasi posisi yang dipakai itu-itu saja. Tentu ini sangat membosankan. Nah, kenapa tak sesekali memberinya “surprise” dengan kehadiran posisi baru yang tak terduga demi kehidupan seks Anda berdua yang lebih baik. Ini dia contekannya, seperti ditulis Ivillage.

Digging Deep

Anda mungkin paling akrab dengan posisi “man on top”. Ya, posisi ini memang sangat baik karena Anda dapat saling menatap mata masing-masing dengan leluasa. Sebagai bonus tambahan, mereka pun bisa melakukan penetrasi lebih dalam. Namun untuk mengusir kejenuhan, Anda bisa melakukan variasi posisi ini. Caranya, setengah tubuh bagian atas Anda tidak bergerak banyak, namun Anda dapat menggerakkan panggul Anda naik ke atas, bawah dan ke arah sisi kanan atau kiri secara bergantian.

Pertama, berbaringlah di tempat tidur sementara kaki Anda berada di lantai. Ketika dia melakukan penetrasi, Anda dapat menekuk lutut Anda hingga ke bagian perut dan mendukung dirinya dengan tangan yang disodorkan ke bagian depan. Biarkan kakinya berada di lantai dan satunya di tempat tidur untuk menjaga keseimbangan. Jika masih kurang keseimbangan, tarik lutut Anda lebih jauh dan sisakan betis Anda di pundaknya (seperti pada gerakan pilates) hingga pergelangan kaki Anda di belakang lehernya. Tambahkan tekanan ekstra dengan memegang tangan Anda sendiri di atas kepala untuk memberikan kenikmatan lebih.

Sex Squat

Posisi Anda layaknya binatang yang sedang berjongkok. Dalam posisi ini dia bisa mendorong lebih kuat penetrasinya daripada posisi lain. Sayangnya, posisi ini tak membuat Anda berdua terlibat kontak mata, karena Anda tak saling berhadapan. Namun keuntungannya, Anda dapat memanfaatkan sesi tersebut untuk berfantasi. Meskipun Anda terlihat energik, Anda dapat merespons sedikit atau sebanyak mungkin yang Anda suka hingga birahi Anda terpenuhi. Jika ingin mendapatkan sensasi berbeda, lakukan posisi ini di depan cermin atau Anda secara bergantian bersandar dengan lengan Anda di bagian depan dan posisi duduk tegak, sehingga dia bisa leluasa mencium leher Anda.

Untuk menciptakan sensasi, Anda membutuhkan sebuah kursi yang kokoh untuk menopang tubuh Anda. Jika tidak, Anda dapat meletakkannya di dekat jendela. Pastikan area tersebut nyaman dan jendela tidak terbuka ketika Anda berdua sedang asyik bercinta. Anda dapat berdiri di kursi dengan menghadap ke arahnya, kemudian ambil posisi berjongkok dengan tangan Anda di bagian belakang kursi untuk menjaga keseimbangan. Biarkan dia meletakkan tangannya di pinggang atau jepitlah bagian atas paha saat penetrasi. Jika tak cukup seimbang, biarkan dia meletakkan satu kaki di kursi dan kaki lainnya di lantai.

Top to Bottom

Jika Anda bangga dengan tubuh Anda dan menikmati menjadi penguasa permainan di tempat tidur, posisi “woman on top” sangat cocok dilakukan. Anda akan memliki kendali penuh untuk menentukan seberapa cepat dan seberapa dalam dia akan melakukan penetrasi. Anda pun akan berada dalam posisi yang baik untuk leluasa mencium, menyentuh, dan menggodanya.

Jangan mencoba posisi baru hingga Anda dan dia siap untuk orgasme, karena bereksperimen dengan variasi posisi secara mendadak hanya menimbulkan orgasme hadir dengan cepat.

Untuk melakukan posisi ini, Anda membutuhkan kursi untuk menopang tubuh. Biarkan dia duduk di atas seperti biasa, sementara Anda merangkak di depannya menghadap ke arahnya. Biarkan dia menarik Anda ke arahnya dan mengangkat kaki Anda dan meletakkannya di sekitar pinggang dia. Gunakan tangan Anda untuk menjaga keseimbangan saat dia penetrasi, sementara tangannya berada di bokong Anda sambil bergerak bolak-balik (atas ke bawah).

Kamis, 07 Juli 2011

NO BRA !!


Menurut survei, lebih dari 90% wanita Amerika Utara selalu mengenakan bra. Lucunya, kebanyakan dari mereka tak tahu alasannya.

Sebagian dari kita percaya memakai bra adalah demi kepentingan bentuk payudara itu sendiri (agar tidak melorot), lainnya beranggapan braless (kondisi tidak pakai bra) bukanlah dress code yang pantas dan sopan untuk tampil di muka umum.

Namun meski memakai bra sudah 'otomatis' seperti mengenakan jaket saat musim dingin, para ilmuwan berpendapat, bra ternyata tak terlalu dibutuhkan oleh payudara. Bukannya tanpa alasan, para ahli juga menyuguhkan beberapa bukti bahwa ada alasan sehat dari penampilan braless.

Selain tidak nyaman, mengenakan bra sepanjang waktu justru bisa memicu rasa sakit pada area punggung dan bahu. Jika Anda merasa tak nyaman dan mendapati bekas merah pada kulit setelah melepas bra misalnya, maka itu berarti bra Anda bermasalah/ tidak sesuai. Solusinya? Beli yang sesuai, atau kenakan bra di saat perlu saja.

Hal lain yang ingin digaris bawahi oleh para ahli adalah sebaiknya kaum wanita tidak memakai bra saat tidur. Sebuah studi yang dipimpin Sidney Ross Singer dan Soma Grismaijer membuktikan bahwa memakai bra terus-menerus justru dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

Hasil menunjukkan, mereka yang memakai bra 24 jam sehari berpotensi mengidap kanker payudara 113 kali lebih besar daripada mereka yang memakai bra kurang dari 12 jam sehari. Dugaan ini berkaitan dengan tekanan dari bra terhadap payudara yang bisa menghambat 'arus' getah bening, sehingga racun menumpuk dan tak bisa keluar.

Lagipula, braless tidaklah berbahaya seperti yang banyak dipikirkan kaum wanita. Beberapa wanita dengan payudara besar takut buah dadanya melorot, padahal sayangnya, tak ada yang bisa kita lakukan untuk menolak tarikan gravitasi.

Pakai bra malah tambah melorot?

Lebih jauh lagi, penemuan lain mengatakan bra justru bisa meningkatkan resiko payudara melorot. Salah satu alasan adalah karena ligamen payudara (sama seperti ligamen bagian tubuh lain) berhenti bertumbuh ketika tidak difungsikan, sehingga resiko melorot semakin besar sebab ligamen jadi 'lumpuh' dan tak mampu menopang payudara ketika dalam kondisi braless.