Minggu, 06 Maret 2011

Pap smear


Papanikolaou test atau Pap smear adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap smear sekali setahun.

Dokter atau perawat memasukkan speculum ke vagina pasien untuk mengambil sample dari cervix. Pap smear biasanya tidak dilakukan selama menstruasi. Prosedur ini dapat menimbulkan sedikit rasa sakit, namun hal ini bergantung kepada anatomi pasien, faktor psikologi, dan lain-lain. Sample kemudian diuji di laboratorium dan hasil diperoleh dalam waktu sekitar 3 minggu. Sedikit pendarahan, kram, dan lain-lain dapat terjadi sesudahnya.

Cara Kerja

Pap smear dianjurkan dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Dijelaskan oleh dr Ovy, pap smear dilakukan di atas meja ginekologi oleh seorang dokter atau bidan terlatih. Pemeriksaan dalam ini menggunakan alat yang disebut spekulum yang berfungsi untuk membuka liang vagina.

Sesudah dibuka lalu pemeriksa akan mengambil cairan leher rahim menggunakan suatu alat yang disebut spatula dan suatu sikat kecil yang halus. Cairan dari serviks kemudian dioles pada object glass dan dibawa ke laboratorium untuk proses dan membutuhkan waktu sekira 3–7 hari hingga "dibaca" oleh seorang ahli patologi.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan bisa diketahui apakah sel-sel leher rahim yang tampak itu normal atau sudah menunjukkan tanda-tanda tidak normal.

Jika Anda ingin melakukan pap smear, ada beberapa hal yang sepertinya sepele tapi ternyata perlu dihindari karena akan memengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan, antara lain:

1. Tidak boleh sedang haid atau ada perdarahan. Jika ingin melakukan pap smear sebaiknya tiga hari sesudah haid selesai.
2. Tidak boleh berhubungan seksual walaupun menggunakan kondom sekalipun, minimal tiga hari terhitung 3x24 jam.
3. Tidak boleh memakai douch, cairan pembersih vagina, sabun sirih atau antiseptik sejenisnya yang dimasukkan ke dalam vagina (bila sekadar untuk membersihkan daerah bagian luar vagina atau untuk cebok diperbolehkan).
4. Tidak sedang hamil. Jika hendak pap smear sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan. Pada masa ini, umumnya darah nifas atau cairan pada masa nifas sudah tidak ada. Ibu juga lebih siap untuk melakukan pemeriksaan dalam.

4 Fakta Penting!

1. Perempuan yang termasuk faktor risiko tinggi tetap hanya dianjurkan melakukan pap smear satu tahun sekali, KECUALI bila didapatkan sebelumnya hasil pemeriksaan yang abnormal, maka dianjurkan untuk melakukan pap smear lebih sering sesuai saran dokter kandungan.
2. Wanita yang sudah diangkat kandungannya tanpa disertai pengangkatan mulut rahim tetap disarankan melakukan pap smear setahun sekali.
3. Wanita menopause tetap berisiko menderita kanker serviks, sedangkan mereka yang sudah dioperasi amat tergantung jenis operasi yang dikerjakan, bila masih ada leher rahimnya tetap berisiko untuk kanker serviks dan harus pap smear.
4. Mereka yang sudah berusia 67 tahun bahkan baru boleh berhenti pap smear bila dua tahun berturut turut sebelumnya hasil pap smear-nya normal.

Vagina Melar Saat Terangsang

Tidak perlu malu bertanya seputar vagina. Sebagai wanita, Anda harus mengenali organ intim dengan baik. Perkaya informasi agar terhindar dari masalah kesehatan.

Tak ada salahnya menyimak lima fakta penting seputar vagina berikut ini, seperti dikutip dari lamanwomansday.com.

1. Membersihkan alami

Jauhkan sabun berbahan 'keras' untuk membersihkan vagina. Ada sistem pembersih alami di area intim Anda. "Vagina dibatasi oleh berbagai kelenjar yang menghasilkan cairan yang diperlukan untuk melumasi dan membersihkan diri," kata Lisa Stern, APRN, perawat yang bekerja dengan Planned Parenthood, Los Angeles, Amerika Serikat.

"Sebagian besar infeksi vagina yang saya lihat karena wanita berpikir bahwa mencuci vagina dengan sabun dan air itu cara terbaik. Padahal itu buruk, terlebih dengan sabun mandi," ujarnya.Sabun mandi, terutama yang mengandung pewarna kimia atau parfum, dapat mengiritasi vagina dan menghilangkan pelumas serta senyawa baik di sekitarnya.

Kondisi ini membuat bakteri anaerob dan ragi berkembang biak dan menyebabkan bau tak sedap dan gatal.

2. Vagina Melar saat bergairah
“Ukuran vagina rata-rata tiga hingga empat inci,” kata Lissa Rankin, ginekolog dan penulis buku "What's Up Down There? Questions You'd Only Ask Your Gynecologist If She Was Your Best Friend".

Terdengar sangat kecil, tetapi jangan khawatir karena vagina akan melar saat terangsang. Rankin menambahkan, ketika masih terasa sakit saat berhubungan seksual, sebaiknya menggunakan banyak pelumas dan bercinta secara lebih perlahan.

3. Vagina Keriput seiring penuaan
Vagina seperti wajah. Akan muncul keriput seiring bertambahnya usia. “Labia mungkin akan mengecil karena penurunan kadar estrogen, bantalan lemak pada labia menyusut dan bisa menyebabkan kekenduran," kata Dr Rankin.

Kulit bagian vulva akan menjadi lebih gelap atau lebih terang dan klitoris menyusut. Perubahan ini, yang sering dikaitkan dengan tingkat penurunan estrogen, perlu Anda ketahui tidak memengaruhi kepuasan bercinta.

4. Vagina Berubah setelah melahirkan

Pasca persalinan, vagina terlihat tidak begitu banyak mengalami perbedaan. Tetapi, seringkali wanita yang telah melahirkan merasakan otot vaginanya kurang elastis dan mengendur. Untuk mengatasi hal ini, Rankin merekomendasikan senam kegel.

"Latihan kegel benar-benar dapat membantu. Anda bisa melakukannya di mana saja, kapan saja. Hanya dengan menahan otot-otot ketika sangatbuang air kecil. Tahan selama beberapa detik pada dan ulangi 10 set atau lebih.

5. Mirip otot bisep
Menurut Rankin, memang benar, kalau vagina akan tetap sehat jika Anda 'menggunakannya' secara teratur. Seks bukan hanyauntuk kepuasan tetapi juga menjaga jaringan vagina yang sensitif agar tetap sehat. Jika Anda mengabaikan vagina terlalu lama (tidak bercinta, tidak latihankegel), dinding vagina bisa menjadi rapuh.

8 Kiat Bikin Vagina Makin OK!

keasaman vagina menurut Dr Boy Abidin, SpOG kira-kira 7,1 sampai 7,3. Untuk menjaga stabilitas kesehatan vagina, perempuan sebaiknya memahami beberapa hal berikut:

1. Sesering mungkin mengganti pembalut.

2. Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selalu dibersihkan. Tentu tidak dengan sabun biasa, melainkan gunakan sabun pembersih khusus vagina.

3. Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.

4. Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Bila menggunakan panty liner sebaiknya selama 2-3 jam saja.

5. Tidak mengenakan celana berbahan nilon, jins, dan kulit yang terlalu ketat.

6. Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual dan melahirkan, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.

7. Jaga berat badan agar normal. Jangan sampai kegemukan karena membuat vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab.

8. Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang.